Jumat, 30 Januari 2015

Pengalaman Pertama Donor Darah, Ditusuk Kanan Kiri.

Hihi.. dari judulnya bisa dibayangin gak? Serem atau gimana?
Bagi yang belum pernah donor darah dengan alasan takut jarum.. justru kamu wajib mencobanya.. bisa menjadi terapi mujarab ketakutanmu itu sendiri hehe.

Pertamanya lihat DP temen lagi donor. Habis itu tanya-tanya. Eh diajak. Okelah boleh boleh. Padahal sih takut jarum.

Jadilah rencana itu hari kamis kemarin tanggal 29 januari 2015. Dengan cuaca buruk menerpa *eh. Lagi ujan deres maksudnya. Hehe. Pinginnya sih nggak jadi. Tapi kasian temen udah jauh jauh jemput juga .

Akhirnya sampe juga di PMI Surabaya. Karena sebelumnya sudah mempersiapkan diri dengan searching2 pengalaman orang lain di internet.. sejauh ini fine lah. Gak deg deg an, gak tegang, gak juga pengen lari .
Untuk yang belom tau syarat2 buat donor darah bisa dicari di google yah. Banyak kok .

Ah ya, sampe sana sepi banget. Ku pikir apa nggak ada orang yang minat donor yah kok sepi begini PMI nya, apa sebegitu menyakitkannya kah donor itu. Hihi(alibi aja. Sepi karena hujan. Tadi balik nganter temen ruamenyaa masya Allah).

Setelah masuk disuruh temen ngisi form warna biru. Disitu diisi identitas sama riwayat penyakit dll. Alhamdulillah ya waktu itu dalam keadaan sehat wal afiat . Terus dikasihkan deh formnya ke petugas. Tinggal nunggu dipanggil (langsung dipanggil ding, kan lagi sepi ).

Setelah dipanggil diperiksa deh sama petugas hb dan goldarnya. Disini jadi tahu deh goldarku ternyata B. Hihihi.
Syarat untuk hb ini 12,5-18 kalau nggak salah. Dan hasilnya? 15,5. Sehat? Entah. Belum tahu fungsi hb itu apa. Yang jelas artinya boleh lanjut ke pemeriksaan selanjutnya.
Satu satunya yang buat shock pada pemeriksaan hari itu adalaaahh........

Berat badanku! Astaga! Ini beneran segemuk ini ?

Ah ya, temenku langsung bilang, "kamu sehat bangeet riii, makan apa?" hahahah. Nyindir kayaknya nih hehe. Enggak ding.. dia bilang gitu karena dia sering ditolak donor lantaran hb nya tidak mencukupi alias di bawah 12,5.
Setelah ditanya, kata petugas donornya.. hb itu bakalan normal kalau sering makan sayur, daging serta istirahat cukup (enggak begadang). Ooo.. *manggutmanggut

Oke lanjut pemeriksaan selanjutnya adalah periksa tensi. Alhamdulillah normal juga 120/80. Nah setelah ininihh mulai goyah imanku eh maksudnya tekadku buat donor . Mulai deh tegang. Karena sudah lolos tes tensi artinya tahap selanjutnya adalah pengambilan darah .

Habis nyuci lengan kanan kiri.. masuk deh ke ruangan donor.. ditanya sama petugasnya, "mau tangan kanan apa kiri mbak?". Karena waktu itu aku mikir sakitnya bakalan lama jadi milih kiri ajadeh biar kalau aktivitas (nyetir, nulis) gak keganggu.

Oke berbaringlah aku di kursi donor untuk tangan kiri.. sembari menunggu mbak petugasnya yang lagi nyelesaiin pendonor di sebelah. Tambah gugup nih. Eeh temen langsung bilang, "baru pertama donor nih mbak temen saya". Elaahh maksudku kan biar nggak ketahuan kalo lagi gugup karena takut jadi nggak pake bilang, diem diem aja (nyatanya nggak bisa disembunyiin kalo pertama kali donor. Karena donor pertama pake form biru. Sedangkan yang udah pernah donor pake form putih).

"Rileks aja mbak.. nggak usah gugup", kata petugasnya.. Elaahh tau aja ni pertama kali. Gimana nggak gugup coba. Apa aku aja yang alay yak. Wkwk.

Singkat cerita langsung ditusuk lah lengan kiri setelah mbak petugasnya meraba raba denyut nadi. Sambil terus mbaknya bilang "rileks aja jangan gugup", karena katanya kalau gugup nanti darahnya nggak mau keluar .  Tau rasanya gimana? Enggak sakit seperti yang ku bayangkan! Jadi enjoy aja sambil terus disuruh tangan posisi menggenggam. Eh nggak lama mbaknya bilang, "pembuluh darahnya kecil nih mbak. Darahnya lambat keluar". "Mudahan nggak pecah ya.. yah udah pecah ni pembuluh darahnya". Duh! Tambah horror jadinya kan .

Setelah ditunggu beberapa saat.. mbaknya bilang "kayaknya harus pindah tangan nih mbak". Haah? Ditusuk 2x dong . Emang sih nggak seberapa sakit. Bahkan kata sebagian orang masih sakit waktu disuntik obat. Tapi kan horror gitu lha jarumnya aja segede mata pulpen kurang gede . Tapi yah baiklah. Daripada sia sia kan. Silakan deh mbak di tusuk juga yang kanan . Darah yang tadi diambil dari tangan kiri dibuang padahal udah seperempat kantong tuh . Kata mbak yang tadi donor disebelahku "wah pengalaman pertama yang amazing yah mbak". Hahaha. Ketawa aja deh saya. Nggak ngerti aku takut setengah mati apa ya. Hihihi

Alhasil pindah tempat baring. Ditusuklah tangan kanan. Aku kaget. Lho kok sakit. Tadi enggak. Tapi tenang sakitnya masih standar kok. Kayak digigit semut doang . Daaan alhamdulillah darahnya lancar keluar. Rasanya setelah jarum masuk, nggak sakit cuma kayak ada yg ngeganjel gitu.

Oalah akhirnya aku berhasil mengalahkan ketakutanku terhadap jarum suntik! Hihihi.

Beruntungnya aku dapat petugas yang baik dan nggak judes. Hihihi. Jadi diajak ngobrol sepanjang proses donor itu berlangsung. Katanya pembuluh darah yang kecil itu bisa karena bawaan atau kurang gerak (buktinya aku disuruh lari lari atau angkat angkat apa gitu di rumah biar pembuluh darahnya besar) hahaha. Ketauan deh nggak pernah olahraga .

Bekas jarum di tangan kiri ternyata membiru. Pegel rasanya di sekitar situ. Terus langsung dikasih trombopop sama petugasnya tadi.

Setelah sekitar 15 menitan kantong darah udah penuh. Selesai lah. Dan jarum dicabut. Nggak terasa apa apa. Alhamdulillah. Senang rasanya.
Ohya dari PMI kita dapat mi instan, susu, roti dan vitamin sejenis penambah darah.

Setelah selesai ditanyain sama petugasnya, pusing nggak? Kalau pusing boleh istirahat dulu disini (kursi donor) nggak apa. Karena lagi sepi. Kalau rame mungkin sudah saya usir sampean mbak, kata petugasnya. Haha jahat. Karena nggak pusing jadi aku langsung ke ruang istirahat dan langsung minum vitamin yang diberi tadi. Takutnya darahku langsung habis, langsung kurus gitu kan nggak lucu. Hahahah. Becanda ding.

Sebelum selesai donor tadi mbak petugasnya juga bilang, "maaf ya mbak, jadinya tangan kirinya kayak habis saya aniaya gitu", hihihi aku meringis aja. Dan juga diwanti wanti besok kalau donor lagi minta tangan kanan saja. Biarpun antri, penuh, tetap harus minta kanan.

Ohya kita juga dapat kartu identitas donor gitu macem KTP tapi enggak ada fotonya. Hihi.

Sampai rumah ternyata bekas di tangan kiri jadi memerah. Tapi tenang, habis makan ilang deh. Sampai sekarang yang sakit malah di tangan kiri. Lengan kanan mah udah sembuh. Mungkin karena kegagalan itu tadi ya .

Yaps. Rasanya setelah donor? Seneng buanget.. Entah. Tempat itu rasanya punya chemistry sendiri yang bikin para pendonor selalu balik lagi 3 bulan kemudian untuk mendonorkan darahnya. Hihihi. Lebay. Yah mungkin antara rasa senang bisa membantu yang lain, dan senang bisa lolos donor karena artinya kita dalam keadaan sehat. Rasanya pengen cepat cepat balik lagi ke sana.

Dan terwujud. Besoknya kesana lagi. Donor lagi? Hehe. Nggak ding. Nganterin temen. Dia juga pengen berbagi katanya . Tapi ternyata dia kurang beruntung karena hb nya tidak mencukupi. Yah. Besok besok kita coba lagi ya kawan. Yang penting semangat berbagi itu terus ada .

"Siapa diantara kalian mampu memberikan manfaat kepada saudaranya, maka berikanlah" (Hadits Shohih Riwayat Muslim)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar